Sepetak
langit mengintip di antara genting atap rumah yang sesak. Dari halaman, hanya
satu atau dua bentuk bintang yang akan tampak saat seseorang memandang ke atas.
Di atas sana hanya langit membayangi, dan sepetak langit tak pernah menjadi
istimewa. Namun, seorang gadis dan temannya sedang memandang bentangan langit
yang lebih lebar memayungi pulau garam. Di langit barat, bulan penuh
menggantung, menyinarkan sisa-sisa cahayanya yang semalam. Tiba-tiba datang
seorang lelaki membawa petasan,”nih katanya kamu mau petasan”, ujar Rifki.
