Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Mei 2013

Menunggu.......



Sepetak langit mengintip di antara genting atap rumah yang sesak. Dari halaman, hanya satu atau dua bentuk bintang yang akan tampak saat seseorang memandang ke atas. Di atas sana hanya langit membayangi, dan sepetak langit tak pernah menjadi istimewa. Namun, seorang gadis dan temannya sedang memandang bentangan langit yang lebih lebar memayungi pulau garam. Di langit barat, bulan penuh menggantung, menyinarkan sisa-sisa cahayanya yang semalam. Tiba-tiba datang seorang lelaki membawa petasan,”nih katanya kamu mau petasan”, ujar Rifki.